Rabu, 20 Juli 2016

Haruskah minum obat ketika demam?


 

"Neng.. Pengen obat dong pusing nih agak demam.. :("

Sering sekali saya mendapati pasien yang baru demam sehari dan dia ingin membeli obat agar demam nya bisa segera turun. Tapi harus gak sih minum obat ketika demam?

Yuk kita kenali definisi demam dulu.

Pengertian Demam
Deemam adalah salah satu dari tanda-tanda klinis yang paling umum dan ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas normal yang memicu peningkatan tonus otot serta menggigil. Rata-rata suhu tubuh normal yang diukur secara oral adalah 36,7°C sampai 37°C.

Arti demam juga dikenal dengan istilah pireksia, merupakan tanda bahwa sesuatu yang luar biasa sedang terjadi dalam tubuh Anda, bagi orang dewasa, demam mungkin tidak nyaman, tetapi demam biasanya tidak berbahaya kecuali mencapai 39,4°C atau lebih tinggi. Untuk demam pada anak-anak yang sangat muda dan bayi, suhu sedikit lebih tinggi dapat mengindikasikan adanya suatu infeksi serius.

Tingkat demam tidak selalu menunjukkan keseriusan kondisi yang mendasarinya. Suatu penyakit ringan dapat menyebabkan demam tinggi, dan penyakit yang lebih serius dapat menyebabkan demam rendah. Sejumlah obat demam tersedia, yang berfungsi untuk menurunkan demam dan biasanya demam akan hilang dalam beberapa hari. Walaupun demam sering dikonotasikan negatif, Sebenernya demam adalah mekanisme yg sudah Allah atur agar tubuh bisa membunuh kuman, virus yg menginfeksi tubuh, inilah yang juga disebut dengan homeostasis.

Homeostasis adalah kemampuan dari tubuh kita dalam mengatur dan menjaga keseimbangan lingkungan internal (di dalam) yang ideal dan stabil ketika berhadapan dengan perubahan eksternal (di luar).
Demam tidak harus butuh cepat diturunkan, karena dgn adanya demam dokter lebih mudah mengidentifikasi penyakit pasien dg cara melihat pola demam yg terjadi seperti apa, jika semua demam diberi obat penurun panas terkadang polanya jadi kacau. 

Nah, Maka dari itu untuk demam yg tidak begitu tinggi sebaiknya hanya kompres saja.

Memang kalau penyebab sakitnya disebabkan oleh virus tidak diberi obat juga gak apa apa, karena virus itu self limiting disease alias bisa sembuh sendiri. Jadi obatnya adalah minum yg banyak agar tidak terjadi dehidrasi saat cairan tubuh berkurang karena demam, istirahat dan makan makanan bergizi  insyaallah sembuh dengan sendirinya. Terkecuali virus-virus yg sangat berbahaya dan butuh pengobatan tertentu misal virus dengue, flu burung dll. Pinter-pinter  dokternya aja dalam mendiagnosis penyakit yg diderita pasien. Hihihi

Saya pun jika dapat pasien panas karena infeksi virus jarang kasih obat, terkecuali apabila demam sangat tinggi (>39,5 C) baru lah diberi obat penurun panas hanya untuk mencegah gangguan di otak misalnya untuk mengantisipasi terjadinya kejang demam pada anak-anak.

Lalu bagaimana dengan pemberian antibiotik pada anak yang sedang demam?

Pemberian antibiotik pada anak selalu menjadi perdebatan. Antibiotik membuat usus dan ginjal bekerja ekstra berjuta kali.
Di negara maju, dokter dokter jarang sekali meresepkan obat terutama antibiotik saat pasien anak demam (jika dokter tsb mendiagnosa bahwa demamnya tidak terlalu parah).

"Ah kok gak dikasih antibiotik nya sih gak kaya berobat di dokter A atau B.."

Ada yang menjadi perbedaan penting antara indonesia dan negara-negara maju tentang dokter yang suka memberi antibiotik dan tidak memberi antibiotik (jika dianggap demam tidak terlalu parah).
Pertama, tingkat hygiene mereka sangat tinggi, bule dateng ke indonesia, baru 2 hari sudah kena typus. Sedangkan masyarakat indonesia "terbiasa" dgn kuman typus.
Kedua, indonesia adalah negara dgn tingkat kelembaban sangat tinggi, kuman, bakteri mudah tumbuh dan berkembang biak. Awalnya mereka terinfeksi virus, tapi beberapa hari kemudian  bakteri "ikut menginfeksi" (secondary infection).
Ketiga, pengetahuan masyarakat kita masih rendah tentang pentingnya anjuran untuk cuci tangan sebelum makan, gosok gigi secara tratur, minum air putih yg banyak, hindari makanan jadi, dll tidak banyak yg melaksanakan.

Ada yang harus diperhatikan ketika anak demam. Yang harus dilakukan adalah, cari penyebab kenapa anak bisa demam.
Entah salah makan..
Entah kurang tidur..
Entah sering kehujanan..
Atau main di tempat yg kotor ga langsung cuci tangan...

Demam karena virus memang bisa sampai 7hari setelah itu reda dan jika setelah 7hari belum sembuh baru mungkin ada bakteri atau kuman yg mengikuti..
Pada saat itu barulah berikan antibiotik..

Disini saya akan memberi tips, untuk mengatasi demam.
1. Jika 3 hari panas dan suhu lebih dari 39derajat, ya beri parasetamol. Memberi paracetamol terlalu banyak pun tidak baik, bisa merusak hati. Jangan lupa, cek suhu dengan thermometer setiap 5jam..
2. Perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi dan menetralkan segala jenis penyakit dan atur pola makannya..
3. Kompres dgn air suam atau air suhu ruangan..
4. Jaga pola makan

Jika ini lakukan, walau sakit berat pun akan reda dgn sendirinya.. Insyaallah..

Hanya sedikit yang bisa saya share, ini pun masih banyak belajar.
Terimakasih yang sudah memberikan sumber untuk artikel ini, hehe
Salam farmasis kece, semoga sehat selalu.  :')