Minggu, 25 September 2016

Sedihnya jadi Relawan PON XIX. Lho, kenapa?

Mulai dari mana ya ceritanya, hiks.. Sedih banget pas nulis ini.. :')

Sambil nyetel lagu Geisha-Sementara Sendiri wkwk

Haaaaaaaaaaloooo pemirsa farmasi kece!!! I finally back!! Udah lama banget nunggu buat bikin blog tentang ini. Pengalaman menjadi Relawan Kesehatan PON XIX Jawa Barat !!! Yeeeeee!!!

Penasaran kan kok bisa ikutan event nasional ini??? Hehehe

Ini berawal dari kaka kelasku, A Yoga. Hey A yoga!! Haha
Dia mengirim pesan broadcast lewat grup Alumni SMK Farmasi. Yang berisikan open recruitment menjadi Tim Relawan PON XIX dan PEPARNAS XV Jawa Barat.

"Wah? Beneran nih? Ini kan event olahraga empat tahun sekali!!! Waaah harus ikutaaan!!!!"

Setelah menanyakan tentang keabsahan *cielah informasinya, langsung deh gercep alias gerak cepat mendaftar secara online di web pon dan peparnas. Persyaratan nya sih scan ijazah, foto, dan beberapa simpon yang harus diisi. Aku mendaftarkan diri sebagai relawan kesehatan Kab. Bandung Barat. Aku mendengar bahwa Cabang olahraga Gantolle akan dilaksanakan di daerah tempatku tinggal. Itu sebabnya aku memilih Kab. Bandung barat sebagai penempatan nya. Siapa tau, bisa memilih penempatan di cabang olahraga gantole. Biar deket rumah. Hehehehe.
Setelah selesai, aku pasrahkan kepada Allah SWT. Mudah mudahan lolos, tapi kalau gagal.. Hmm loloskan lah ya Allaaaah😒😒😒😒😒

Menunggu sekitar 1 minggu, akhirnya pengumuman kelolosan keluar. Aku mencari namaku, dan ternyata. YESSSS!!! Aku lolos tahap administrasi!!! Yeaaaaahhh tinggal satu tahap lagi. Wawancara!
Aku diharuskan wawancara di jalan WR Supratman Bandung. Di pusat persenjataan infanteri. Waduh dimana ituuu??? Rumah ku jauh di kampung. Bagaimana aku bisa kesana? Naik motor, belum lancar. Minta antar? Ah ga mungkin.😒

Setela aku cari lewat google maps. Dan, ...

Akhirnya aku menemukan alamat tempat ku wawancara, lewat daerah kiaracondong tapi bukan di kiaracondong. Ih naon sih. Ya pokonya disitu. Hahaha. Hmm gampang, tinggal naik kereta aja.
Besoknya, aku berangkat dari rumah pukul 07.00 sampai ke stasiun pukul 08.00 aku memesan tiket menuju Kiaracondong dan kereta nya berangkat pukul 08.30. Hmm pasti keburu kok, paling satu jam an. Kalau naik angkot, waaah mungkin sampai pukul 12 siang :'( belum lagi macet dan lampu merah.

Aku mendapatkan jadwal wawancara pukul 10.00-10.45 WIB. 

Yakin tuh wawancaranya cuman 45 menit? Kan ngantri?

Nah loh nah loh nah loh.. Tepat sekali sesuai perhitungan emak annisa, aku tiba di stasiun kiara condong pukul 09.30 dari sana, aku harus kemana?  setiap orang yang aku tanya pusat persenjataan infanteri,gak ada yang tau. :'(

Pesen gojek, gak datang datang.. Dan waktu menunjukan pukul 09.45 !!! Bagaimana iniii aku bisa telaaat 

Dan yang paling parah. Aku belum mencetak kartu peserta ku :'( karena kartu peserta baru dikirim lewat email pukul 5 sore.. Kenapa gak langsung cetak tuh kartu peserta? Males ah foto kopian jauh.
Tapi akhirnya, keteteran juga :'(

Gojeeeek oh gojeeek kenapa kau tak dataaaaang 😣😣😣😣😣

Akhirnya aku bertanya pada seorang kakek penjaga toko. Dan beliau menyarankan naik ojek pengkolan yang ada di seberang jalan. Gercep dehhh panggil mang ojek dan mang ojek kalah cepat oleh mang gojek hahaha. 

"Kita cari foto kopian dulu yuk pak"

Dengan cepat aku mencetak kartu peserta, dan langsung melanjutkan perjalanan. Dan taraaaaaa pukul 10.00 tepat aku tiba di tempat wawancaraku!!! Yaaaay terimakasih mang ojeek 😒😒😒😒😒😒
Saat aku masuk ke dalam..
Ya Allah.. Ini wawancara apa audisi Indonesian Idol???? Banyak beneeer😒😒😒😒

Aku mendaftarkan diri dengan memperlihatkan kartu peserta, dan tebak pemirsa, aku nomor urut berapa? 

1045..
Ya...
Seribu empat puluh lima...

Ya ampun ini baru sampe nomor berapa :'(
Disana, aku benar benar sendirian.. Yang lain juga sama sih, gak saling kenal. Hahahaha tapi ada kok yang bawa segerombolan temen kampus😒
Disana aku bertemu dengan teh Afni, sama sama mahasiswa Farmasi. Tapi dari poltekkes Bandung. Kami mendaftar bersama, sampai baris bersama hahaha

Untungnya, sistem wawancaranya tidak perorangan..
Kita diperintahkan untuk baris. Dengan no urut 1-50,50-100, 100-150, 150-200 dst.
Dari 1-50 itu dibagi menjadi 5 baris..
Setiap baris diberi nama grup A, B, C, sampai Z
Saat itu aku kebagian baris L1.
Dan karena aku baris di L1, tidak perlu menunggu lama untuk wawancara. Yas!!! Akhirnya dipanggil juga. 7 orang. Kami menuju meja L. Memperlihatkan kartu peserta dan masuk ke sebuah aula untuk ditentukan dimana ruangan untuk wawancara kamk. Setelah itu, kami mencari ruangan tsb. Dan 7 orang itu langsung masuk ke ruangan bersamaan.

Lah? Wawancaranya barengan gitu?

Ya. Tepat banget pemirsa. Kita wawancaranya keroyokan. Langsung 7 orang. Tapi berbeda bidang. Ada yang relawan ticketing, akomodasi, dsb. Pertanyaan nya sih mirip mirip wawancara kerja.
Dan entah beberapa puluh menit kita melakukan wawancara, akhirnya wawancara selesai. Dan kita harus menunggu hasil kelulusan yang akan di umumkan lewat email. Huuuh lega sudaaah.. Perjuangan naik kereta, di phpin gojek.. Ah pokoknya panas lah pada hari itu. *lah?

Seminggu kemudian.. Pengumuman kelulusan wawancara di bagikan lewat email. Dan dan dan dan... Aku menemukan namaku. Yaaaay!!! Aku lolos!!!! Aku loloooos!!! Aku tak sabar bergabung bersama tim medis, dan melihat atlet atlet bertanding hahahaha
Setelah pengumuman lolos, kami di haruskan mengirim scan surat sehat. Lalu, apa yang harus dilakukan selanjutnya? Kami menunggu pengumuman untuk briefing.

Menunggu...
Menunggu kurang lebih satu bulan..
Mamah ku terus terusan bertanya

"Jadi gak sih PON nya?"

Hmm ya jadi laah.. Sabar ajaa menunggu panggilan selanjutnya. Hahaha

Tiba-tiba aku di undang ke grup Line relawan kesehatan PON XIX. Lah siapa yah yang invite? Yasudah lah accept aja.
Dari situ kami bertukar informasi, dan saling mengakrabkan diri antar relawan..
Menunggu dan menunggu lagi, akhirnya kami diperintahkan untuk melaksanakan technical meeting di dinas kesehatan provinsi jawa barat di daerah pasteur.

Karena aku tidak tahu tempatnya dan tidak bisa mengendarai motor, aku menjadi seorang nebengers kepada salah satu relawan yang kebetulan satu arah. Yaitu teh Refany. Haay teh refaaa hahaha
Tiba disana, aku bertemu dengan salah satu relawati yang ternyata.. Kita satu komplek. Hahahaha
Laaah kok aku gak tahu yaaa..

Dan dia adalah teh Dwi. Hahaha konyol yaaa kita satu komplek tapi tidak tahu bahwa ada relawan kesehatan lain yang ikut serta. Duuuh
Disana kami diberitahu tentang jobdesk kami. Kami juga diberikan kontak koordinator per kab/kota. Untuk masalah pembagian wilayah cabang olahraga. Wah teman teman relawan nya asik banget. Sekali ngobrol langsung akrab. Kalau kata teh dwi sih, jaman sekarang kalau gak sok akrab bakal susah cari temen. Hahaha bener juga siih..

Pukul 4 sore, kami baru selesai tech meet. Dan aku tiba dirumah pukul 05.00. Besoknya, tim relawan kesehatan Kab. Bandung barat diperintahkan briefing di dinas kesehatan KBB. Untuk dibagi penempatan cabang olahraga.

Dan jalan menuju dinkes KBB itu. Wow sekali pemirsah, mana seperti biasa, aku seorang nebengers. Naik motor teh dwi yang merupakan motor legenda yang hampir harus di museum kan. Aku takut ketika kami harus melewati tanjakan 45° motornya tidak bisa maju. Dan benar saja, itu semua kejadian. Huaaaaaa untung motor nya gak mundurπŸ˜‚

Tiba di dinkes KBB, gedung nya bagus bangeeet. Masih baru lagi. Pemandangan nya juga menakjubkan. Suasana nya juga dingin. Maklum, hampir mendekati lembang. Hehehe

Skip

Aku ditempatkan di venue ski air, kota baru parahyangan. Wah gak terlalu jauh sih dari rumah. tapi tetap, Yang paling dekat dari rumah itu yaaa venue gantole. Setelah berdiskusi dan melihat jarak antar rumah dengan venue, akhirnya aku dan teh dwi bisa ditempatkan di gantole. Yaaay !!!!

Tim relawan gantole beranggota 4 orang. Aku, teh Dwi, kang Rahman, dan Raka.
Kami diperintahkan untuk menghubungi koordinator venue gantole untuk memastikan kapan akan diadakan pertemuan. Dan langsung, besok kami diperintahkan kumpul kembali di kantor dinkes KBB untuk melakukan perkenalan dan briefing.

Disana kami berkenalan dengan dokter dan perawat yang ditugaskan di venue gantole. Ada dr. Bina, dr. Hidayat,dr. Okto, br. Ahmad, br. Irlan, br. Asep rahman, br siapa lagi yaa duh banyak hahaha
Kami dibagi menjadi 3 tim. Take off, mobile, dan landing. Satu t berisi 1 dokter, 2 perawat, 1 ambulance+sopir. Awalnya aku dan teh dwi ditempatkan di landing. Tapi kemudian aku memilih ditempatkan di take off bersama ketua tim dr. Bina.

Di atas itu enak loh pemirsa, memang panas, tapi banyak angin, jadi adem.. Dan bikin masuk angin juga sih. Jahaha

Jobdesk tim take off selain menunggu jika ada atlet atau panitia sakit, kami juga diharuskan melakukan medical check up atlet yang akan terbang.
Pertandingan dimulai 7 hari. Tanggal 19-25 september. Tapi kami sudah mulai bekerja dari H-3 sebelum pertandingan.
Dan uugh 2 hari bekerja kulit sudah menghitam. Masuk angin. Wah segala macem deh.. Tapi kita tetap semangat! Karena kita tidak perlu lama lama melakukan pertandingan, jika cuaca buruk, pukul 12 siamg pun sudah selesai. Karena pertandingan dilakukan sesuai arah angin. Hihihiji

Setiap hari kami melakukan medical check up para atlet. Aku hampir hafal semua atlet gantole. Haha semangat bapak bapak!!! 
ada 12 provinsi yang mengikuti cabor ini. dan kalian tau ga, harga gantole itu 65-120 JUTA RUPIAAAAAHHH. haduuuh mending beli mobil. 

Banyak sekali pengalaman membahagiakan yang didapat selama 10 hari bersama tim medis. ahaha yang pasti im sooo lucky to know them all. :')

Hari ini, tgl 25 september adalah hari terakhir pertandingan. Hari yang sangat menyedihkan.sedih. Harus berpisah dengan para dokter, sedih gak bisa naik ambulance lagi ngelewatin jalan berkelok dan juga tanjakan, sedih gabisa bercanda sama atlet. dan sedih gak lihat dia lagi.. *lah. Terharu juga melihat atlet jabar dan atlet sumbar yang mendapat emas. Mereka luar biasa.

Setelah melihat upacara penutupan dan pengalungan medali, Aku ditugaskan untuk mengumpulkan urine atlet untuk dilakukan test doping. Test Doping adalah test yang hasilmya nanti akan di lihat. Apakah atlet menggunakan obat  obat doping yang dilarang karena dapat meningkatkan adrenalin atau tidak.
Dan ini kali pertama ku mengurus urine. enek banget sumpah. Aaaah seharusnya ini tugas analis :'( tapi tak apa .. Pengalaman.

Saat aku mengumpulkan urine, aku melihat salah satu atlet pemenang emas dari jabar namanya Kang Ayat. Hoooi kang ayaaat hahha. Kang ayat membawa boneka Lili yang merupakan salah satu hadiah juara. Dan boneka lili itu diberikan padaku. Hahahaha waaaah terimakasih kaaang tau aja aku pengen boneka nya. Hahahaha


Tim Kesehatan Venue Gantole

Kiri-Kanan: dr. bina, teh dwi, selena gomez, dr. hidayat, kang rahman


ini di landing. buuuuh panaaaaaas. kucel kan?


ini diaaa atlet gantole

ini waktu wawancara sama teh afni.


Ini adalah pengalaman terbaik di tahun 2016 ku. Sangat bangga menjadi bagian dari Relawan Kesehatan PON yang dilaksanakan 4 tahun sekali. Yang entah kapan juga akan dilaksanakan kembali di Jawa Barat. Terimakasih Ya Allah, engkau memberikan kesempatan untuk mengikuti event nasional ini. Terimakasih bapak gubernur. Dan terimakasih para dokter dan perawat tim venue gantole!!! terimakasih juga dokter yang bikin baper *lah Kalian luaaar biasaaaa.

Setiap perkenalan, pasti ada perpisahan. :( Ini adalah hal yang yang paling menyedihkan. Tapi semoga kita bisa tetap menjalin silaturahmi,



Waaaaah novel nya panjang bener yaaaaa... Terimakasih loh.. Udah baca ampe bawah, maap maap jika ada kesalahan kata.

Doakan aku ya, biar.... Ah gajadi ah.. Hahahahaha

CUKUP!!
Salam farmasi kece!
Peace love and gahol